see other side of me!

TAK PERLU JADI DEWI UNTUK MENJADI SURGAWI

satriamaulana:

Wanita, derajatmu takkan pernah turun biarpun Hawa telah menelan khuldi dan diminta untuk meninggalkan kayangan

Wanita, kata yang menandakan kaum-mu sungguh begitu identik dengan cinta dan kecantikan alami. Layaknya Venus dalam mitologi Yunani

Wanita, jasamu takkan pernah jadi rendah semenjak calon pengubah peradaban terlelap dahulu selama sembilan bulan dalam rahim-mu sebelum akhirnya melihat dunia nyata. Dari Mahatma Gandhi hingga Paul McCartney.Dari Soekarno hingga Paulo Coelho

Wanita, manfaat yang kau sebarkan takkan pernah bisa dihitung dengan keberadaan 10 jari tangan manusia normal. Sejak kapan keahlian koki, perencana keuangan, dokter, psikolog bahkan mediator ada dalam satu sosok manusia secara nyata dan purna?

Wanita, keberanian serta pendobrakan tak pernah begitu revolusioner semenjak Kartini mencerahkan negeri dengan konsep emansipasi. Kau dan aku setara mulai saat itu. Teori superioritas jenis kelamin jadi begitu basi untuk diperdebatkan

Wanita, semoga kelak kebaikan dalam dirimu dapat terduplikasi kepada anak atau saudara perempuanmu. Yang di masa depan akan menjadi seperti kamu, wanita tangguh yang serba bisa

Ingat selalu tentang keberadaan surga yang ada di telapak kaki Ibu

Pernyataan tanpa ada unsur rancu tentang nilai luhur kaum-mu

Tetaplah menjadi manifestasi tersempurna atas curahan seluruh kasih-Nya yang hadir di dunia

Dengan dipertemukannya kromosom sel sperma X dan kromosom sel telur X dalam momentum fertilisasi, keyakinan ini semakin menjadi

Bahwa tak perlu jadi dewi untuk menjadi surgawi

(Source: satriamaulana)

  1. aningoninjanin reblogged this from mentarii
  2. qorrienurulqisthi reblogged this from satriamaulana
  3. mentarii reblogged this from satriamaulana
  4. satriamaulana posted this