see other side of me!
Mungkin terlalu lancang, bahkan terlalu sering.
Bertanya-tanya. Menduga-duga.
Tentangnya.
Si sebelah hati…
—
Yg pertama, diawali dengan firman Allah tersayang, bahwa
Perempuan yang baik untuk laki-laki yg baik dan laki-laki yang baik juga untuk perempuan yang baik.
Yg sekarang harus dipertanyakan adalah :
Sudah cukup baikkah kita utk mendapatkan yg baik yg dimaksud oleh-Nya itu?
Atau sedikitnya sudah cukup baikkah kita utk bisa mendapatkan yg baik yg kita dambakan itu?
Sudahkah?
Kemudian dI sisi lain banyak yg bilang,
Jodoh gak akan ke manaa…
Dan yg ini juga gak bisa dibilang salah. Kalau jodoh memang insyaAllah ga akan ke mana. Memang benar. Jadi… yasudah, tenang saja.
Tapi lebih dari itu, ada juga yg semakin meyakinkan, bahwa
Tenang saja, tulang rusuk tak akan tertukar sayang…
Ya, memang insyaAllah tak akan tertukar. Namanya telah tertulis di sini, bahkan jauh hari sebelum di detik ini kau repot-repot memikirkannya, atau kemarin lusa kau sibuk memperhatikannya. :)
Tapi selanjutnya, ada yg berujar juga,
Jodoh dan rizki ada di tangan Tuhan, tapi kalau ga diambil-ambil yaaaa di tangan Tuhan terus…
Maka bagaimana? Memang benar harus diambil. Kalau gak diambil yaa akan terus2an ada di tangan-Nya. :D
Jadi iya, memang tetap harus berusaha. Jangan juga cuma diem aja, nunggu si tulang rusuk datang dan melengkapi bagian yg kosong, atau nunggu si pemilik tulang rusuk datang menjemput bagiannya yg hilang. Tetep harus usaha. Dan kalau di pandangan saya, usahanya mungkin ya itu tadi, jadi sebaik yang dimaksudkan-Nya, agar juga dapat yg baik yg memang disediakan-Nya.
Berusaha tapi juga jangan terlalu ngoyo. Buat apa nangis-nangis dan bermuram durja hanya karena si dia yg didamba gak sedikitpun melihat kita, atau bahkan malah sedang memilih dan mendekati yg lain dan bukan kita? Buat apa?
Jika memang sudah berusaha dan mencoba yg terbaik utk bisa mendapatkan yg menurut kita baik itu, tapi ternyata dia tak didapat, maka mungkin itulah yg terbaik buat kita. Menjadi yg terbaik utk yg lain dan di lain tempat.
Karena kemudian lagi-lagi ada yg bilang,
Cintailah dia yg dengan mencintainya bisa membuat kita semakin berusaha menjadi lebih baik dan mendekatkan diri kpd-Nya,
dan Cintailah dia yg dengan mencintainya bisa semakin meningkatkan cinta kita kpd-Nya dan cinta-Nya kpd kita.
Tp maka akan yg seperti apakah yg seharusnya itu?
Yg dengan mencintainya maka dapat meningkatkan cinta kita kpd-Nya…
—
Apakah dengan dia yg jika bersamanya maka kamu akan mungkin mampu menjadi yg lebih baik karena encourage dan motivasi darinya/dari melihat dia dan sepaket kepribadiannya?
Ataukah dengan dia yg jika bersamanya maka kamu akan menjadi motivatornya dalam berubah ke arah yg lebih baik sehingga akan semakin berkesan makna hadirmu di dunia?
Apakah dengan dia yg jika bersamanya maka kamu akan mendapatkan cinta di setiap hari darinya sehingga bisa membuatnya bahagia dengan memilikimu utk sepanjang hidupnya?
Ataukah dengan dia yg jika bersamanya maka kamu akan dapat mencurahkan banyak cinta setiap hari padanya dan berbahagia dengan hanya melihatnya tersenyum setiap saat?…
Yg saya tahu, mungkin adalah dengan dia yg bisa memotivasi dan menjadikan saya motivatornya. Dengan dia yg bisa menjadi tempat berbagi segalanya. Dia yg bukan hanya menunggu utk diberi tapi juga memberi, dan bukan hanya terus menerus menerima tapi belajar utk dapat diterima.
Bilang padanya, jangan jadikan kita alasan dia utk berubah, dan jangan juga kita jadikan dia alasan kita utk berubah. Karena tak akan selamanya dia ada di samping kita dan begitu juga sebaliknya. Jadilah yang menyemangatinya utk dapat semakin baik karena-Nya, demi-Nya. Karena harus diingat, bahwa cuma kpd-Nya lah dia akan bisa berpegangan selamanya, bukan pada kita. Dan sebaliknya…
—
Yg pasti yg kini terpatri,
Allah tak akan mengubah nasib umat-Nya kecuali jika umat itu sendiri yang berusaha mengubahnya.
—
Maka,
Jika kata tak lagi mampu terucap, dan jika rasa tak berani diungkap.
Jika raga tak berani bergerak, dan jika jiwa tetap tak berpindah.
Pilihannya hanya dua, mengambil kesempatan utk digunakan dan mungkin dimenangkan, atau mempersilakan yang lain utk mengambil kesempatanmu dan mungkin memenangkannya, wahai para pejantan yg sejati dan tangguh…
Mungkin yg di sini memang benar hanya bisa menanti, dan berusaha terus meng-upgrade diri utk jadi yg baik yg dimaksudkan oleh-Nya. Untuk dia yg tertulis di tangan ini sejak dulu, bahkan sejak sebelum tangis pertama keluar dari mulut ini. Dan semua hal itu, semoga semuanya karena-Nya, demi Dia. Amin… :)
—
Jadi,
Begitukah?
Entahlah.
Maka,
Beginikah?
Wallahu’alam… :’)
*20 Mei 2011*
sangat bermakna, very inspiring..
Dengan dia yg bisa menjadi tempat berbagi segalanya. Dia yg bukan hanya menunggu utk diberi tapi juga memberi, dan bukan hanya terus menerus menerima tapi belajar utk dapat diterima. like this muthiiii <3
semua udah ada takdirnya.. semua akan indah pada waktunya
-
akhirulsyah liked this
-
sanguiniella liked this
-
onedrumsticks reblogged this from damaniez
-
damaniez said:
bagus banget.. bs jadi bahan renungan buat yg baca, :)
-
damaniez reblogged this from extraordinary-dreamlover
-
qorrienurulqisthi reblogged this from extraordinary-dreamlover and added:
sangat bermakna, very inspiring.. Dengan dia yg bisa menjadi tempat berbagi segalanya. Dia yg bukan hanya menunggu utk...
-
nanalovemama said:
mutia……postnya bermakna bgt :)
-
extraordinary-dreamlover posted this
