see other side of me!

tadi pagi kebagian tugas buat ngambil rapor adik saya yang kelas empat sd. sebelum bu guru membagikan rapornya, beliau menyampaikan pesan-pesan yang… waw banget lah, mengingatkan saya… ini salah satu pesannya:
kemajuan dan perkembangan anak adalah sepenuhnya tanggung jawab orang tua. oke, memang sekolah adalah tempat menuntut ilmu. memang banyak yang bisa didapatkan dari dunia persekolahan. tapi, khususnya untuk sekolah dasar, waktu sekolah tidaklah banyak. memang ada sekolah-sekolah swasta yang full day, tapi sangat banyak dari kita yang menyekolahkan anaknya di sekolah negeri biasa. anak-anak hanya bersekolah selama lima jam sehari. sisanya sembilan belas jam sehari itu dipake buat apa?? tanggung jawab orang tua lah untuk memastikan bahwa sembilan belas jam sisanya itu digunakan dengan komposisi yang tepat untuk bermain, belajar, dan beristirahat. bermain, jelas perlu untuk tetap menceriakan hari-harinya. istirahat, jelas perlu, merupakan kebutuhan fisik setiap manusia untuk beristirahat agar siap menghadapi tantangan esok hari. belajar? nah ini yang terkadang terlewat, misalnya karena merasa kasihan setelah setengah hari si anak belajar di sekolah. kita pun yang dewasa ingin belajar sesedikit mungkin dan bersantai sebanyak mungkin kan? tapi anak kecil, anak sekolah dasar, tentu tidak begitu. ia masih perlu belajar lagi di rumah setelah sekolah selama kurang lebih lima jam itu. bukan masalah belajarnya ya yang saya tekankan di sini. mau tidak mau memang harus dilakukan karena sekolah sering, bahkan hampir setiap hari memberikan pekerjaan rumah buat mereka. yang saya tekankan adalah BIMBINGAN dari orang tua. anak tidak akan bisa bergerak sendiri. yaa, meskipun memang ada anak yang berinisiatif belajar sendiri tanpa diminta, disuruh, atau dipaksa oleh orang tua. tapi kebanyakan mereka merasa malas atau setidaknya merasa terpaksa, apalagi jika mereka dibiarkan memutuskan sendiri. misalnya, orang tua sibuk sendiri sehingga anak dibebaskan setelah pulang sekolah sampai malam. alasan lain, memang ada beberapa hal yang tidak mungkin bisa dipelajari oleh si anak jika ia belajar sendiri. membaca, misalnya, atau kemampuan dasar berhitung, perkalian, pembagian, dan pengetahuan-pengetahuan dasarnya, semua itu tidak bisa mereka pelajari sendiri. mereka harus mendapat bimbingan dan motivasi dari orang tua agar mereka bisa. dan ini tentu merupakan tantangan tersendiri bagi orang tua, terutama yang single parent atau yang keduanya bekerja. sibuk bekerja atau tidak, orang tua tetaplah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap perkembangan anak dan masa depannya. tetaplah diperlukan komitmen dan perbuatan orang tua agar anak tetap dibimbing dan diperhatikan, sesibuk apapun mereka.

dan itulah pesan yang disampaikan ibu guru kepada para orang tua dan wali murid. saya tidak ingin menunjuk siapa-siapa dalam cerita saya ini. saya hanya melihatnya untuk mengoreksi diri saya sendiri. saya punya anak, meskipun tiga tahun juga belum, tapi saya tetap harus bisa mendidik dan membimbingnya. nggak akan lama lagi ia juga akan bersekolah dan tentulah memiliki kebutuhan seperti pesan ibu guru yang sudah saya ceritakan di atas. inilah yang membuat saya bimbang sekarang.

setelah lulus kuliah baru-baru ini, saya berharap saya bisa mendapatkan pekerjaan yang cukup untuk membuat kami sekeluarga mapan. dan saya pun ngapply kesana kemari, berharap ada yang membutuhkan orang seperti saya. namun saya pun bingung. jika saya bekerja, otomatis dari pagi hingga sore saya akan di kantor, meninggalkan anak selama sekitar sebelas jam, pulang dalam keadaan lelah, istirahat, mengaji, dan tahu-tahu sudah hampir jam sepuluh malam. kapan saya akan ada waktu untuk anak? mungkin memang di akhir minggu bisa saya luangkan waktu untuknya. tapi di hari-hari yang lain? memangnya di hari yang lain ia tidak membutuhkannya? dan saya pun bingung memutuskan. bekerja, atau menjadi ibu saja?

naaaaah itulah sekelumit cerita saya, pengalaman saya, dan kebimbangan saya. adakah teman-teman yang ingin berpendapat atau memberi masukan bagi saya? saya sangat menantikannya… :’)